field of dreams
just another life termArchive for August, 2007
Smoking in Public Area
Hari Minggu siang, tepatnya kemarin, saya dan keluarga (ibu, adik-adik, anak-anak) ramai-ramai makan siang di luar. Gak ke tempat makan yang mahal memang
hanya di jongko pinggir jalan seberang masjid dekat Paris Van Java.
Kebetulan sudah untuk kedua kalinya saya makan disitu karena harganya murmer dan menyediakan hidangan ikan dan cumi yang rasanya lumayan enak (saya suka ikan dan berbagai hidangan seafood lain).
Suami saya dan suami adik saya tidak ikut. Suami saya karena kecapekan abis lembur sampai jam 24:00 Sabtu malamnya, sedangkan suami adik saya karena dapet giliran tugas jaga jadi gak ikut ke Bandung (adik saya tinggal di Depok dan kerja di PLN Ragunan sedangkan suaminya kerja di Nissan Pondok Indah).
Jadilah kami berenam memesan ikan nila, kerapu dan ayam goreng. Sementara menunggu pesanan, ada dua orang cowok (yang dari baju kaosnya, sepertinya bekerja sebagai pramuniaga salah satu toko di Paris Van Java, kaosnya warna merah dan di bagian belakangnya tertulis Sport, Beauty, Health) masuk dan memesan makanan juga. Salah seorang diantaranya merokok dan duduk dekat adik saya yang kebetulan sedang hamil 9 bulan. Ibu saya dengan sopan meminta cowok itu untuk mematikan rokoknya karena asapnya sangat mengganggu (secara jongkonya kecil dan sedang penuh-penuhnya, pengap lah ya…). Cowok itu dengan santainya menjawab setengah bertanya, “Emangnya kenapa?!” Menurut saya itu pertanyaan yang super duper idiot, yah….secara saya memang tidak tahu apakah dia cukup punya otak untuk memerintahkan matanya melihat bahwa di dekatnya ada anak balita dan ibu hamil.
Saya termasuk orang yang agak cepat panasan (hehehehe…), jadi saya jawab : “Karena ini tempat umum!”. Jawaban cowok itu : “Ya iya kan…?” (another idiot answer). Kata saya lagi : “Ya justru karena tempat umum makanya jangan seenaknya ngerokok dan asapnya mengganggu orang gitu dong!”. Jawaban dia lagi : melengos sambil menunjukkan sikap gak peduli dan melanjutkan mengisap rokoknya. Akhirnya kami memutuskan untuk membiarkan saja orang idiot itu dengan anggapan gak usah buang-buang napas buat nasehatin orang yang jelas-jelas retarded dan gak “worth it” banget.
Cowok itu punya anggapan yang aneh tentang tempat umum
Sepertinya menurut dia, di tempat umum boleh melakukan apa saja yang dia suka tanpa peduli apakah hal itu mengganggu orang lain atau tidak. Dan sepertinya sebagian besar orang Indonesia berpikiran sama kayak cowok itu…..what a shame…… Kenapa saya bisa bilang begitu? Karena kalau tidak, pasti gak bakalan ada orang yang seenaknya pipis di pinggir jalan (bukan hanya jalan sepi, tapi yang ramai juga loh!), merokok di tempat umum termasuk seorang PNS Depdagri yang merokok di dalam angkot yang kebetulan jendelanya tidak ada yang bisa dibuka (kebetulan penumpang yang lain termasuk saya saat itu langsung berusaha membuka jendela2 tapi tanpa hasil) sampai-sampai saya dengan sengaja mengipaskan asap rokoknya sendiri ke wajah orang itu (secara dia duduk hampir di depan saya) tapi entah punya hati dan otak atau tidak karena dia jelas-jelas tidak merasa saya menyindir dia
, buang sampah (termasuk puntung rokok atau abunya melalui jendela dari dalam mobil yang sedang berjalan) tanpa mempedulikan akibat yang bisa ditimbulkan dari tindakan gegabah tersebut, dan masih banyak hal lain yang kalau disebutkan bisa tambah bikin ngerasa malu bangsa ini. Saya tidak merasa hiperbolik menyebutkan “bangsa ini”….lha kalau PNS-nya yang jelas-jelas abdi rakyat dan seharusnya bekerja untuk rakyat karena dia dibayar pakai uang rakyat saja sikapnya seperti itu……..???
I used to be a smoker, yes that’s true….tapi untunglah sekarang sudah berhenti TOTAL dan saya bangga karenanya. Teman-teman saya banyak juga yang merokok, tetapi mereka tidak akan merokok di dekat anak-anak apalagi ibu hamil.
So, bagaimana pendapat kalian? Saya sangat senang jika ada yang berbagi pendapat atau cerita seputar masalah “human behaviour in public places”.









