field of dreams

just another life term

Archive for Technology

CARA MEMPERBAIKI ERROR ” msvcr80.dll file was not found “

Entah kenapa, hari ini saya mendapat masalah dengan beberapa aplikasi di WindowsXP SP2 yang terinstall di PC yang saya gunakan untuk bekerja di kantor.
Error message-nya adalah :

“This application has failed to load because msvcr80.dll file was not found. Reinstalling the application may correct the error.”

Saya sempat menuruti saran dari pesan error tersebut yaitu untuk mencoba menginstall ulang 2 aplikasi yang error yaitu Adobe Acrobat Reader 9.3 dan ClamWin 0.96.1. Tetapi setelah itu pun saya masih mendapat pesan error tersebut.
Ugh…kesal banget…. Akhirnya saya coba untuk mencari informasi dengan bertanya pada uncle Google ;)
Ternyata menurut beberapa situs yang saya temukan, masalah ada di registry…. (this is why i’m not into Windows too much…)
Ppffftttt…….cuapeeee deehhhhh…..

Akhirnya saya download file library tersebut dari link ini. Setelah itu saya unzip di folder C:\WINDOWS\System32\ dan saya lakukan langkah2 di bawah ini :
* 1. Klik Start dan pilih Run.
* 2. Ketik CMD dan tekan Enter.
* 3. Pada Command window ketikkan : regsvr32 msvcr80.dll dan tekan Enter.
Setelah itu, saya me-restart komputer saya.

Beberapa link yang mungkin membantu :

http://www.dll-error-fixes.com/fix-missing-msvcr80dll-error/
http://www.dll-download-system.com/dlls-download-m-/msvcr80.dll.html
http://www.dll-download-system.com/dlls/msvcr80.zip

HP ESIA HUAWEI C2601

Akhirnya tercapai juga cita-cita pengen punya HP Huawei C2601 Esia yang “katanya” cuma 199.000 itu :D
Untung ada temen adik ipar yang kerja di gerai Esia BEC, jadi gak perlu ngantri panjang (dan pastinya lama) di situ. Aku beli tanggal 11 Oktober 2007 (dua hari sebelum Lebaran) tapi gilaaaa….yang ngantri masih bejibun! Gak pada mudik kali yeee….hehehhe :) )
Harganya juga yang menurut cerita temen2 lain ada yang jual sampai 350rb segala di Jakarta, sedangkan di toko lain di BEC, selain gerai Esia, pas mau lebaran harganya dari yang nawarin 260rb (blm diisi pulsa) langsung dinaikin jadi 280rb bahkan 300rb (blm diisiin pulsa). Di gerai Esia BEC aku dapet harganya 240rb udah diisiin pulsa 25rb (wahhh…thanks banget ya, Die!)

Udah gitu dipilihin nomornya yang lumayan bagus dan gak ‘kriting’….Setelah sampai di rumah, langsung deh penasaran ngoprek tuh HP cari tahu fitur-fiturnya. Ternyata fiturnya biasa aja (emangnya ngarepin apa dari HP seharga itu?). Tapi lumayan buat telepon ama SMS aja mah, lagian ada 1000 menit gratis telepon ke sesama Esia jadi enak banget buat telepon ke adik2ku, nyokap dan suami yang juga punya nomor Esia.

Aku nilai 90% fiturnya udah OK (dibandingkan dengan harganya) tapi ada satu hal yang aku gak abis pikir, kok date ama time-nya gak bisa di setting yak? Jadi ngikut waktu network Esia, yang sialnya telat 2 menit dari jam ketokan absensi kantor aku :( walhasil kudu nginget-inget terus kalo jam HP itu telat 2 menit. Memang sih aku ada HP GSM yang sama jam-nya dengan jam mesin ketokan absensi di kantor. Yah…maklum deh, aku bukan orang yang terbiasa pakai jam tangan (malezzz…). Jadinya ngandalin jam di HP terus.

Selain itu, keypadnya sama kayak keypad Nokia, sedangkan aku biasa pakai Siemens hehhe jadi pas awal2 kayak wong ndeso salah pencet molooo kalo lagi SMS-an. Untungnya jarang SMS-an sesama Esia karena kan masih ada nelpon gratisnya hehhehe jadinya ngapain SMS kalo nelpon gratis??? ‘Tul gak?? Batrenya juga lumayan tahan lama (apa karena baru ya…gak tau juga tuh).

So, overall kalo soal HP-nya sih OK, cuma (baru) nemu dua drawback itu aja. Lumayan banget daripada HP CDMA Samsung seri SGH (duh..berapa ya lupa lagi) yang ditawarin harga second-nya 500rb, mana batrenya nge-drop mulu lagi! Ogah!

Katanya (dari blog-blog yang aku baca), kartunya bisa pake Fren, hanya (lucunya) indikator sinyal networknya tetap tulisannya Esia. Gak tau deh bener atau gak, soalnya blom berani dioprek-oprek lebih jauh hehehhe… Ntar aja kalo udah abis 1000 menit gratisnya dan kalo udah sekitar 6 bulan or setaunan baru kayaknya aku berani nyobain pake kartu Fren (hahhahha lama banget yak….nungguin orang lain nyobain dulu, jadi kalo kenapa2 kan bukan HP aku). Hahahha gak mau rugi banget!

Install/Setting Modem Option GT Max 3.6 Expresscard di Windows Vista

Akhirnya! Berhasil juga install modem GPRS/3G dalam bentuk Expresscard di Laptop Toshiba Portege M600 Core2Duo (punya client yak…bukan punya saya :) ) )
It took me 2 days (each day for about 4 hours) to get it work!!! Untung client-nya sabar…sabarrr…..hiehiheie kalo gak, mungkin dia udah gak jadi langganan tuh….

Bukannya sok atau sombong, tapi jadi pengen bagi-bagi ilmu di sini, supaya (siapa tahu kalau ada) yang membutuhkan bisa memanfaatkan, soalnya kemarin agak susye cari-cari tutorial atau software/driver yang cocok.
OK deh, secara singkatnya gini loh caranya…

Step 1:

Download drivers Option GT Max 3.6 buat Vista dari link di bawah ini :

www.mobistaractivations.be/vista3goption.zip –> driver modemnya

www.mobistaractivations.be/vistagtconnect.zip –> optional, ini cuma interface software aja kok!

Extract kedua file zip tersebut ke folder masing-masing.

Step 2:

Install vistagtconnect software (optional, kalau ingin pakai interface software, cuma masalah tampilan aja :D )
Skip aja step ini kalau tidak perlu software GUI-nya. Langsung ke Step 3.

Step 3:

Masukkan Option Globetrotter expresscard dan pada Add New Hardware Wizard, pilih opsi kedua (yang Advanced) lalu arahkan pencarian file driver ke folder tempat tadi mengekstrak file vista3goption.zip. Ikuti langkah-langkah selanjutnya pada wizard, juga untuk device yang lain (ada beberapa device dalam satu modem pccard, biasanya harus menginstall bus-nya dulu, lalu ada application interface, diagnostic interface, network card, dan modem).

Step 4:

Masuk ke Device Manager (dari Control Panel) dan cek di bagian Modem, pastikan sudah ada modem Option GT Max yang terinstall, klik kanan dan pilih Properties. Setelah masuk ke properties modem, pilih tab Diagnostic dan tekan tombol Query Modem. Pastikan bahwa sistem operasi-nya bisa berkomunikasi dengan modem tersebut.

Step 5:

Jika kita tidak menggunakan software GTconnect, maka harus memasukkan APN melalui AT command pada kotak isian Extra initialization command di tab Advanced (masih di properties modemnya). Command-nya : AT+CGDCONT=1,”ip”,”nama-APN-Anda-disini” contoh : jika pakai XL, isikan www.xlgprs.net untuk nama APN-nya. Tekan tombol OK untuk keluar.

Step 6:

Untuk melakukan koneksi, jika pakai software GTconnect, setelah Step 4 bisa langsung setting koneksi melalui menu di software tersebut dan langsung klik Connect deh :D
Tapi kalau yang tidak pakai interface software tersebut, bisa dengan cara membuat New Connection via Network and Sharing Center di Control Panel. Masukkan nama koneksi bebas asal sesuai biar nanti tidak bingung (contoh : 3G-XL). Username dan password disesuaikan dengan operator juga, contoh : username xlgprs dan password proxl (jika pakai XL).
Setelah itu tinggal pilih “Connect to a network” lalu pilih nama koneksi yang telah kita buat dan klik tombol COnnect deh :D

Intinya, setting semua modem/operator di Operating System apapun mudah asalkan driver-nya tepat!

Semoga bermanfaat!

Setting GlobeSurfer iCON di Ubuntu

Iseng coba-coba pas ada client yang berbaik hati minjemin USB modem 3G GlobeSurfer :D Setelah googling dan ketemu beberapa website yang membahas hal ini, aku coba-coba sendiri dan ternyata gak susah-susah amat.

Aku pakai laptop P4 dengan Ubuntu Dapper Drake (kernel 2.4.15-28) dan software icon_switch.c yang bisa didownload dari website ini.
Buka file tersebut dengan text editor. Cari dan ganti product id yang ada dalam file tersebut dari 6600 menjadi 6901.
Untuk meng-compile icon_switch.c, diperlukan libusb

#apt-get libusb-dev libusb++-dev

Compile dengan perintah

cc -l usb -o icon_switch icon_switch.c

Proses compile tersebut akan menghasilkan file binary yang bernama icon_switch, pindahkan file tersebut ke direktori /usr/sbin.
Buat file yang berisi beberapa aturan yang dibutuhkan untuk men-switch mode device menjadi mode modem

$ sudo gedit /etc/udev/rules.d/10-local.rules

Isinya :

BUS==”usb”, SYSFS{idProduct}==”1000″, SYSFS{idVendor}==”05c6″, RUN+=”/usr/sbin/icon_switch”
BUS==”usb”, SYSFS{idProduct}==”6901″, SYSFS{idVendor}==”0af0″, RUN+=”/sbin/modprobe usbserial vendor=0x0af0 product=0×6901″

Check ulang apakah GlobeSurfer sudah dalam mode modem dengan menjalankan perintah :

# icon_switch

* icon_switch: tool for changing USB mode of Option Icon 3G+ box
* (C) Josua Dietze 2006
* Works with libusb 0.1.12 and probably other versions

Looking for Option Icon USB 3G+ box …
Found box in modem mode. Switching not necessary. Bye

Jika sudah ada keluaran seperti itu berarti sudah sukses switching mode-nya.
Walaupun device GlobeSurfer sudah berjalan pada mode modem, tetapi belum terdefinisikan memakai port mana sehingga mesin Linux Anda harus di reboot dulu. INGAT : jangan membiarkan device GlobeSurfer masih terkoneksi ke port USB pada saat sedang proses reboot.
Setelah mesin linux Anda sudah kembali berjalan, koneksikan lagi modem tersebut ke salah satu port USB. Check dengan perintah :

# lsusb
Bus 001 Device 001: ID 0000:0000
Bus 002 Device 007: ID 0af0:6901 Option
Bus 002 Device 001: ID 0000:0000

Lalu check juga pada syslog, harus ada keluaran log yang menunjukkan modem tersebut memakai port mana :

Sep 1 10:57:35 localhost kernel: [17180542.916000] usb 2-1: new full speed USB device using ohci_hcd and address 6
Sep 1 10:57:35 localhost kernel: [17180543.132000] scsi2 : SCSI emulation for USB Mass Storage devices
Sep 1 10:57:35 localhost kernel: [17180543.132000] usb-storage: device found at 6
Sep 1 10:57:35 localhost kernel: [17180543.132000] usb-storage: waiting for device to settle before scanning
Sep 1 10:57:36 localhost kernel: [17180543.872000] usb 2-1: USB disconnect, address 6
Sep 1 10:57:37 localhost kernel: [17180545.184000] usb 2-1: new full speed USB device using ohci_hcd and address 7
Sep 1 10:57:38 localhost kernel: [17180545.400000] usbserial_generic 2-1:1.0: generic converter detected
Sep 1 10:57:38 localhost kernel: [17180545.400000] usb 2-1: generic converter now attached to ttyUSB0
Sep 1 10:57:38 localhost kernel: [17180545.404000] usbserial_generic 2-1:1.1: generic converter detected
Sep 1 10:57:38 localhost kernel: [17180545.404000] usb 2-1: generic converter now attached to ttyUSB1
Sep 1 10:57:38 localhost kernel: [17180545.408000] usbserial_generic 2-1:1.2: generic converter detected
Sep 1 10:57:38 localhost kernel: [17180545.408000] usb 2-1: generic converter now attached to ttyUSB2

Disini dapat dilihat bahwa port ttyUSB0 s/d 2 semua dipakai oleh modem ini.
Deteksi Modem sudah OK :D Tinggal bikin script ppp atau wvdial-nya, tergantung mau pakai yang mana ;)
Contoh script ppp (untuk operator lain tinggal sesuaikan APN, login name dan password-nya saja) :

# vi /etc/ppp/peers/im3

noauth
connect “usr/sbin/chat -v -f /etc/chatscripts/im3-connect”
/dev/ttyUSB0
115200
defaultroute
user “gprs”
password “im3″
usepeerdns

Contoh isi file /etc/chatscripts/im3-connect :

TIMEOUT 60
ABORT ERROR
ABORT BUSY
ABORT VOICE
ABORT “NO CARRIER”
ABORT “NO DIALTONE”
ABORT “NO DIAL TONE”
ABORT “NO ANSWER”
“” “ATZ”
“” “AT&FH0M0″
OK-AT-OK “ATDT*99#”
TIMEOUT 75
CONNECT

Untuk melakukan koneksi dengan menggunakan metode ppp, ketikkan perintah

pon im3

Untuk mengakhirinya ketikkan

poff im3

Contoh script wvdial.conf :

# vi /etc/wvdial.conf

[Dialer im3gprs]
Init1 = ATZ
Init2 = AT+CGDCONT=1,”IP”,”www.indosat-m3.net”
Phone = *99#
Modem = /dev/ttyUSB0
Username = gprs
Password = im3
Baud = 115200
Flow Control = CRTSCTS
Stupid Mode = on
Dial Command = ATDT
Auto DNS = 1

Untuk melakukan koneksi menggunakan wvdial, ketikkan perintah :

wvdial im3gprs

Untuk mengakhiri koneksi menggunakan metode wvdial, tekan Ctrl+C pada terminal window.

Well….akhir kata, happy surfing ;)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.