field of dreams

just another life term

Archive for Ichi Rittoru No Namida

Niat jual TV

Sudah seminggu terakhir ini saya berpikiran untuk menjual saja TV dan DVD Player di rumah. Tentu saja, pada saat saya mengutarakan niat ini, langsung dapat protes keras dari anak2 saya. Apalagi anak saya yang kedua, dia malah langsung nangis….. Begitu besarnya pengaruh TV buat anak2 jaman sekarang ya….. Saya ingat waktu saya masih kecil, cuma ada TVRI doang…..trus pas baru ada RCTI, harus punya antena parabola untuk menangkap siarannya dari kota kecil tempat saya dibesarkan :D Anak2 saat itu sangat jarang nonton TV, lebih sering main di luar bersama teman2nya. Saya dan adik saya paling sering dan senang manjat pohon ketela karet yang tertanam sepanjang jalan di komplek perumahan tempat saya tinggal dulu.

Alasan dibalik niat menjual TV tidak lain adalah karena menurut saya, tontonan/acara TV di Indonesia saat ini sudah sangat-sangat parah dan tidak bermutu. Terutama SINETRON !!! AMPUN DEHHH…!!!!! Saya bekerja sehingga tidak bisa 24 jam mengawasi anak2 di rumah nonton acara apa saja. Pengasuhnya (yang rencananya akan sesegera mungkin saya pecat begitu dapat gantinya) sudah dipesan untuk tidak menonton acara2 sinetron atau film2 yang tidak sesuai dengan anak2, sampai2 saya sebut satu per satu nama acaranya. Tapi nyatanya, tetap saja dia menonton acara2 tersebut, bersama anak2 saya pula! Saya pernah marah besar gara2 hal itu. Setelah itu sih, memang agak berkurang, tapi ternyata masih juga sering curi2 nonton sesekali. Memang susah ya….

Pokoknya anti banget deh sama yang namanya sinetron! Apalagi pas mulai banyak banget sinetron yang tidak hanya menyadur tetapi benar2 ngejiplak film atau dram seri dari negara lain tanpa rasa malu (baca : tidak menyebutkan bahkan tidak mengakui bahwa cerita itu adalah saduran bahkan hanya terjemahan dari cerita milik orang lain). Contohnya, ada sinetron “Buku Harian Nayla” yang ditayangkan di RCTI yang jelas banget nge-jiplak dari dorama Jepang yang berjudul “Ichi Rittoru No Namida” atau “1 Littre of Tears”. Wikipedia masih terlalu baik dengan hanya menyebutkan “mirip” saja.

Selain itu,  ada sinetron “Candy” yang masih tayang (lagi-lagi) di RCTI. Yang jelas2 merupakan terjemahan dari dorama “Candy-Candy” yang diangkat dari serial manga berjudul sama. Bahkan nama2 tokoh utamanya pun sama (Candy, Anthony, Terry, Eliza). Oh oh…pelecehan banget…banget…banget…. Dan kedua sinetron itu merupakan produksi SinemArt. Wah wah wah….apakah rumah produksi ini memang mengkhususkan diri untuk memproduksi sinetron yang ceritanya merupakan bajakan? Kenapa dibilang bajakan, karena sama sekali tidak mencantumkan bahwa cerita tersebut merupakan saduran atau terjemahan dari cerita lain yang sudah ada.

Berarti penulis ceritanya juga ingin mengakui bahwa cerita tersebut merupakan ide orisinalnya sendiri…. Well, ORISINAL GUNDULMU..!!!!!!!

Selain itu, ada juga sinetron yang (mungkin, tapi diragukan sihh…) idenya orisinal TAPI GAK MUTU!!!! Contoh sinetron Si Eneng (RCTI), Dongeng (TransTV), banyak sinetron di Indosiar yang berbau mistis dan musyrik, apalagi program/sinetron di TPI. Dan saluran-saluran TV lokal/nasional yang lain yang banyak acara gak mutunya.

Cuma satu stasiun TV yang acara-acaranya (baik untuk anak2 maupun dewasa) mendingan. Bukan promosi, dan saya juga tidak punya sodara atau teman yang kerja di situ, tapi memang benar begitu (setidaknya menurut saya ya).

Dipikir-pikir, walaupun saya jadi menjual TV dan DVD player-nya, anak2 masih punya kesempatan buat nonton ya….. secara rumah saya dan rumah mertua saya saling berhadapan gitu…. Ibu mertua saya sudah tua dan sibuk mengurus ayah mertua saya yang sedang sakit, jadi saya tidak bisa mengharapkan beliau untuk ikut mengawasi anak2 dan pengasuhnya terus menerus.

Serba salah deh ya…..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.